TUGAS
TEKNOLOGI BENIH
NAMA :
JONIGIUS DONUATA
NIM :
132 385 018
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBER DAYA HUTAN
JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG
KUPANG
2015
Proses
Penyerbukan Pada Bunga
Penyerbukan
merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan
berbiji. Penyerbukan yang sukses akan
diikuti segera dengan tumbuhnya buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju bakal biji. Di bakal biji terjadi peristiwa penting berikutnya, pembuahan.
Polinasi abiotik mengacu pada situasi di mana
penyerbukan dimediasi tanpa keterlibatan organisme lain. Hanya 10% dari tanaman
berbunga diserbuki tanpa bantuan hewan. Bentuk yang paling umum dari
penyerbukan abiotik, anemophily, adalah penyerbukan oleh angin. Bentuk
penyerbukan dominan di rumput, konifer kebanyakan, dan pohon deciduous banyak.
Hydrophily adalah penyerbukan oleh air, dan terjadi pada tanaman air yang
melepaskan serbuk sari mereka langsung ke dalam air sekitarnya. Sekitar 80%
dari semua penyerbukan tanaman biotik. Dalam gymnosperma, penyerbukan biotik
umumnya insidental ketika itu terjadi, meskipun beberapa gymnosperma dan
penyerbuk mereka saling disesuaikan untuk penyerbukan.
Berdasarkan faktor pengaruh jatuhnya, penyerbukan dibagi menjadi 4, yaitu:
1. Penyerbukan dengan bantuan hewan atau zoidiogami,
terjadi pada bunga mawar, melati dan durian. Hewan yang biasa membantu
penyerbukan yaitu serangga, siput, burung dan kelelawar. Ciri-ciri bunganya
adalah:
· Warna
mahkota bunga mencolok dan besar
· Bunga
berbau khas
· Bunga
memiliki kelenjar madu
· Serbuk
sari bunga lengket
· Kepala
putik agak tersembunyi
2. Penyerbukan dengan bantuan air atau hidrogami, terjadi
pada tanaman air seperti hydrilla.
3. Penyerbukan dengan bantuan angin atau anemogami,
terjadi pada padi, jagung, gandum, dan rerumputan. Ciri-ciri tanamannya adalah:
· Mahkota
bunga berukuran kecil dan tidak berwarna.
· Serbuk
sari kering, ringan, dan banyak.
· Tidak
berbau dan tidak berkelenjar madu.
· Kepala
putik terjulur keluar.
4. Penyerbukan
dengan bantuan manusia atau antropogami, terjadi pada tanaman vanili.
Berdasarkan asal
serbuk sari, penyerbukan dibagi
menjadi 4 juga, yaitu:
1. Penyerbukan sendiri atau autogami, jika serbuk sari
jatuh di kepala putik pada bunga itu sendiri.
2. Penyerbukan tetangga atau serumah atau geitonogami,
jika serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga lain, tetapi masih di 1
pohon.
3. Penyerbukan silang atau alogami, jika serbuk sari
jatuh di kepala putik pada bunga yang berbeda pohon, tetapi masih 1 jenis
tumbuhan.
4. Penyerbukan bastar, jika serbuk sari jatuh di kepala
putik pada bunga lain yang berbeda jenis tanamannya, dan hanya dapat dilakukan
pada tumbuhan yang masih dekat hubungan kekerabatannya. Misalnya serbuk sari
cabai jatuh pada putik tomat atausebaliknya.
5. Sekarang ini, telah banyak penelitian-penelitian
ilmiah mengenai penyerbukan pada bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mencari
manfaat-manfaat dibalik penyerbukan tersebut. Selain penyerbukan bungan
bertujuan untuk melestarikan tanaman tersebut agar tetap bertahan atau tidak
punah, penyerbukan bunga juga dapat memberikan manfaat lain bagi makhluk
lainnya. Salah satu penelitian mengungkap tentang perbaikan mutu sirsak dengan
polinasi. Sebagai buah sub tropis yang telah lama beradaptasi di Indonesia,
Sirsak (Annona muricata L.) sangat mudah dilakukan melalui biji,akan tetapi
cara ini tidak dianjurkan karena dapat berubah sifat yang tidak sesuai dengan
induknya. Dalam memperbanyak tanaman dianjurkan melalui okulasi, karena akan
sama seperti sifat induknya. Perbanyakan tanaman menggunakan sistem okulasi
biasa keberhasilan benih jadi mencapai 82.25 %
Tidak ada komentar:
Posting Komentar