Selasa, 14 April 2015

Penafsiran potretudara



TUGAS
TEKNOLOGI BENIH


Hasil gambar untuk POLITANI



                  
                             NAMA       : JONIGIUS DONUATA
                             NIM            : 132 385 018



PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBER DAYA HUTAN
JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG
KUPANG
2015

Proses Penyerbukan Pada Bunga
Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji. Penyerbukan yang sukses akan diikuti segera dengan tumbuhnya buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju bakal biji. Di bakal biji terjadi peristiwa penting berikutnya, pembuahan.
Polinasi abiotik mengacu pada situasi di mana penyerbukan dimediasi tanpa keterlibatan organisme lain. Hanya 10% dari tanaman berbunga diserbuki tanpa bantuan hewan. Bentuk yang paling umum dari penyerbukan abiotik, anemophily, adalah penyerbukan oleh angin. Bentuk penyerbukan dominan di rumput, konifer kebanyakan, dan pohon deciduous banyak. Hydrophily adalah penyerbukan oleh air, dan terjadi pada tanaman air yang melepaskan serbuk sari mereka langsung ke dalam air sekitarnya. Sekitar 80% dari semua penyerbukan tanaman biotik. Dalam gymnosperma, penyerbukan biotik umumnya insidental ketika itu terjadi, meskipun beberapa gymnosperma dan penyerbuk mereka saling disesuaikan untuk penyerbukan.
Berdasarkan faktor pengaruh jatuhnya, penyerbukan dibagi menjadi 4, yaitu:

1.      Penyerbukan dengan bantuan hewan atau zoidiogami, terjadi pada bunga mawar, melati dan durian. Hewan yang biasa membantu penyerbukan yaitu serangga, siput, burung dan kelelawar. Ciri-ciri bunganya adalah:
· Warna mahkota bunga mencolok dan besar
· Bunga berbau khas
· Bunga memiliki kelenjar madu
· Serbuk sari bunga lengket
· Kepala putik agak tersembunyi

2.      Penyerbukan dengan bantuan air atau hidrogami, terjadi pada tanaman air seperti hydrilla.

3.      Penyerbukan dengan bantuan angin atau anemogami, terjadi pada padi, jagung, gandum, dan rerumputan. Ciri-ciri tanamannya adalah:
· Mahkota bunga berukuran kecil dan tidak berwarna.
· Serbuk sari kering, ringan, dan banyak.
· Tidak berbau dan tidak berkelenjar madu.
· Kepala putik terjulur keluar.
4.       Penyerbukan dengan bantuan manusia atau antropogami, terjadi pada tanaman vanili.

Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dibagi menjadi 4 juga, yaitu:
1.      Penyerbukan sendiri atau autogami, jika serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga itu sendiri.
2.      Penyerbukan tetangga atau serumah atau geitonogami, jika serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga lain, tetapi masih di 1 pohon.
3.      Penyerbukan silang atau alogami, jika serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga yang berbeda pohon, tetapi masih 1 jenis tumbuhan.
4.      Penyerbukan bastar, jika serbuk sari jatuh di kepala putik pada bunga lain yang berbeda jenis tanamannya, dan hanya dapat dilakukan pada tumbuhan yang masih dekat hubungan kekerabatannya. Misalnya serbuk sari cabai jatuh pada putik tomat atausebaliknya.
5.      Sekarang ini, telah banyak penelitian-penelitian ilmiah mengenai penyerbukan pada bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mencari manfaat-manfaat dibalik penyerbukan tersebut. Selain penyerbukan bungan bertujuan untuk melestarikan tanaman tersebut agar tetap bertahan atau tidak punah, penyerbukan bunga juga dapat memberikan manfaat lain bagi makhluk lainnya. Salah satu penelitian mengungkap tentang perbaikan mutu sirsak dengan polinasi. Sebagai buah sub tropis yang telah lama beradaptasi di Indonesia, Sirsak (Annona muricata L.) sangat mudah dilakukan melalui biji,akan tetapi cara ini tidak dianjurkan karena dapat berubah sifat yang tidak sesuai dengan induknya. Dalam memperbanyak tanaman dianjurkan melalui okulasi, karena akan sama seperti sifat induknya. Perbanyakan tanaman menggunakan sistem okulasi biasa keberhasilan benih jadi mencapai 82.25 %









Tidak ada komentar:

Posting Komentar